Persaingan pasar yang di iringi dengan munculnya beragam merek-merek atau brand baru khususnya untuk material bangunan terkadang membuat masyarakat yang cinderung awam tentang material bahan bangunan menjadi kesulitan untuk memilih. Ragu dan kurang percaya dengan berbagai iklan yang ditawarkan oleh produsen merupakan faktor pertama untuk orang awam menentukan pilihan material bangunan. Dalam artikel ini, material yang akan di bahas khusus adalah semen. Berbagai macam merek semen hadir dan di tawarkan di toko-toko bangunan, terlebih lagi seorang tukang seringkali menyerahkan pemilihan material ini kepada pemilik rumah. Bagi Anda yang sedang merenovasi ataupun membangun rumah dari awal, kebutuhan akan semen sudah dapat dipastikan. Lalu, bagaimana cara memilih semen dengan kualitas yang baik ?

Jasa Bangun Rumah JogjaSebelum masuk ke tips, sebaiknya kita mengetahui apa saja sih merek yang umum beredar di pasar pasar bangunan (toko). Seiring berjalannya waktu, ada tiga merek semen di indonesia yang di kenal masyarakat secara umum, baik dari iklan ataupun pengalaman pernah menggunakannya. Ketiga merek ini Tiga Roda, Semen Gersik dan Holcim. Namun, jika kita lihat lebih dalam, ternyata masih banyak merek semen yang beredar di pasaran. Beberapa di antaranya bernama Andalas, Merah Putih, Garuda, SCG, Jakarta, Bima, Hippo, Conch, Rajawali, Bima, Bosowa dan masih banyak lagi. Lalu, pilh yang mana ?

Nah, dari sisi kualitas secara umum tentu kita perlu melakukan test sampel dari setiap merek tersebut, tapi tentu saja itu merepotkan. Ada beberapa indikator yang perlu di nilai, diantaranya adalah kuat tekan dan waktu kering. untuk kasus kuat tekan, semakin tinggi parameter kuat tekannya akan semakin kokoh hasil bangunan tersebut. Sedangkan untuk kasus yang cepat kering ada beberapa faktor yang pelu di pertimbangkan, termasuk dari segi tujuan penggunaannya. Sebagai contoh untuk plesteran, jika semen terlalu cepat kering, maka akan mudah terjadi keretakan. Nah, daripada repot harus ke lab untuk tes berikut ini beberapa tips untuk Memilih Semen Dengan Kualitas Baik.

  • Pastikan memiliki logo SNI ( Standar Nasional Indonesia ) yang berarti telah melalui serangkaian proses uji coba dan tes pada produk tersebut, dan dinyatakan layak dan aman digunakan khususnya di daerah Indonesia.
  • Kondisi kemasan masih rapi dan tidak rusak. Karena, jika ada bagian dari kemasan semen yang bolong atau robek, tentu kualitas semen di dalamnya akan terganggu, terutama jika sempat terkena air hujan atau udara yang lembab.
  • Tidak terlalu lama di simpan, sirkulasi produk dipasar juga perlu diperhatikan, ini berkatian dengan toko tempat Anda membeli semen. Apakah sirkulasi barang toko tersebut berjalan lancar dan cepat ataukah kurang laku dan sempat tertahan di gudang dalam waktu lama. Selain melihat dari sisi toko, kita juga dapat melakukan tes sederhana dengan menekan semen yang masih terbungkus keamasan dengan tangan. Jika terasa lunak, lembut dan tidak terasa ada gumpalan atau keras maka kualitas dari semen tersebut masih baik. Idealnya 1 bulan berada di gudang.
  • Semen tidak mengumpal dan terlihat kasar, kualitas semen dapat juga anda lihat dan raba. Kondisi semen yang masih baik dan berkualitas, jika di pegang butirannya akan mudah terurai seperti debu, nampak lembut, dan halus.
  • Tampak dari warnanya, secara ideal warna semen abu-abu kehijauan ( grey greenish) untuk semen umum bangunan, bukan semen khusus seperti semen putih. ini beda kasus. Warna abu abu kehijauan ini dibentuk karena adanya reaksi kimiawi saat proses pembuatannya. Warna semen terutama dipengaruhi oleh kadar MgO, semakin tinggi kandungannya, maka warna akan semakin gelap. Kandungan MgO yang terlalu tinggi dapat menyebabkan hasil penggunaan semen mudah retak.
  • Selain itu, Cara penyimpanan semen juga harus benar. Baik penyimpanan saat di gudang produsen, distributor, toko, atau bahkan penyimpanan semen saat di tangan Anda. Karena jika kondisi lingkungan untuk tempat penyimpanan semen tidak diperhatikan, lembab dan terkena curah air hujan, maka kualitas semen akan menurun drastis bahkan dapat menyebabkan terjadinya gumpalan hingga semen tak dapat digunakan lagi. Semen perlu disimpan dalam ruangan yang tertutup, minimalnya terlindung dari sinar matahari secara langsung selain terhindar dari hujan. Beban dari atas juga perlu dipertimbangkan, tumpukan semen idealnya maksimal 10 sak. Maksudnya agar semen yang paling bawah tidak mengalami tekanan tinggi yang dapat merusak kualitas dari semen itu sendiri.