Seiring dengan perkembangan teknologi khususnya dalam bidang teknik sipil dan bangunan, kontruksi bangunan juga ikut berkembang. Didiukung dengan teknologi tersebut, banyak material atau bahan bangunan yang dapat menjadi alternatif dari bahan bangunan yang sudah lama digunakan dan dibuat secara tradisional. Perkembangan teknologi dan pemanfaatannya di bidang bangunan ini bertujuan untuk memperkuat kontruksi, membuat alternatif bahan yang minimalnya dengan kualitas yang sama atau melebihi material yang terbuat secara tradisional, serta mengurangi penggunaan bahan bangunan yang bersifat terbatas seperti kayu dll. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaaan antara bata merah yang sudah lama digunakan sebagai material untuk membangun dinding dengan material alternatifnya yakni batu habel atau bata ringan.

Saat ini banyak bahan bangunan khususnya yang digunakan untuk material pembuatan dinding ditawarkan di pasaran. Mulai dari bata merah, batako, bata ringan, beton plat, dan masih banyak lagi. Semua material tersebut memiliki tujuan serta kelebihan dan kekuarangannya masing-masing. Sebagai bahan alternatif, tentunya dari segi kualitas tak pantas jika kalah dengan penahulunya. Untuk lebih jelasnya mari kita simak perbedaan antara dua material bata merah dengan bata ringan. Berikut ini ulasannya.

Bata Merah.

Bahan bangunan yang dibuat secara tradisional sejak lama ini terbuat dari tanah liat dan minaral lainnya yang di cetak dan dibentuk dengan ukuran berkisar 24x12x6. Hasil cetakan dari campuran atau adonan bata merah ini kemudian di jemur dibawah sinar matahari untuk mengeringkan dan membuatnya kaku. Lalu, bata merah akan dibakar untuk memperkuat dan membuatnya tahan lama. Secara sederhana, bata merah dengan kualitas bagus akan keras, tahan terhadap api, tak mudah lapuk atau tahan terhadap pelapukan, dan harganya tergolong murah. Maka dari itu material ini cukup diminati bahkan hingga saat ini, karena di anggap lebih kuat dibanding material lain seperti batako.

Kelebihan bata merah :

  1. Sederhana, tidak serumit proses pemasangan bata ringan.
  2. Ukuranya yang kecil dapat mempermudah proses mobilisasi atau pengangkutan.
  3. Mudah untuk digunakan di bdang-bidang yang kecil.
  4. Murah
  5. Tidak memerlukan perekat khusus
  6. tahan terhadap panas

Beton/bata Ringan ( Habel )

Material dinding yang menyerupai beton ini memiliki sifat yang kuat, tahan air dan api, dan tahan lama. Dengan massa yang lebih ringan dibanding bata merah ini mampu mengurangi beban bangunan terutama untuk bangunan bertingkat. Selain itu, bata ringan ini memiliki tekstur permukaan yang halus dan tingkat kerekatannya baik. Dengan dimensi yang cukup besar dan ringan material dinding yang satu ini dapat mempercepat proses pembangunan dinding.

Dengan dimensi panjang 60 cm, tinggi 20 s/d 40 cm dan tebal yang bervariasi antara 75 – 200 cm ini memberikan banyak opsi yang dapad disesuaikan dengan kondisi bangunan, serta dapat menghemat material perekat terutama semen saat pemasangannya di banding bata merah. Komposisi untuk membuat adonan bata ringan ini terdiri dari pasir kwarsa, kapur, semen dan sedikit tambahan gypsum dan air. Ditambah lagi adanya kandungan alumunium pasta sebagai bahan untuk pengembang. Saat adonan ini telah tercampur rata, adonan akan mengembang selama 7 hingga 8 jam. Alumunium pasta yang menjadi salah satu komposisi dari bata ringan ini selain berfungsi untuk pengembang, ia juga menjadi material yang dapat mempengaruhi kekerasan dan kualitas dari beton. Volume alumunium pasta ini berkisar antara 5-8 % dari keseluruhan adonan. Namun, persentase tersebut dapat di tambahkan tergantung dari kepadatan yang diinginkan.

Kelebihan bata ringan :

  • Memiliki kualitas serta ukuran yang seragam sehingga hasil pemasangan lebih rapi.
  • Tidak memerlukan siar tebal sehingga dapat menghemat bahan perekat material ini.
  • Mampu mengurangi beban kontruksi dengan berat material yang ringan ini.
  • Mobilisasi dan pengangkutannya lebih mudah dan cepat.
  • Waktu yang digunakan lebih cepat dibanding dengan pemasangan bata merah.
  • Tidak diperlukan plester dinding yang tebal karena kondisi dari permukaan bata ringan yang sudah rata.
  • Mampu mengurangi daya resap dinding (rembesan) karena sifatnya yang cukup kedap air.
  • Cukup mempunyai kemampuan kekedapan terhadap suara.
  • Cukup mempunyai ketahanan terhadap gempa bumi dibanding material lainnya.
Bata Merah Hebel / Bata Ringan
Berat Jenis Kering (kg/m3) 1.500 520
Berat Jenis Normal (kg/m3) 2.000 650
Kuat tekan (N/mm2) 2,5 – 25 (SII-0021,1978) >4,0
Konduktifitas termis (W/mK) 0,380 0,14
Tebal spesi (mm) 20 – 30 3
Ketahanan Terhadap Api (jam) 2 4
Jumlah per luasan per 1 m2 70-72 buah dengan construction waste 22-26 buah tanpa construction waste