Salah satu syarat rumah sehat adalah kondisi septic tank yang ideal. Baik dari tinggi, jarak, microorganisme, dll. Tempat pembuagan serta resapan limbah yang satu ini harus dipastikan berjalan lancar. Jika pembuangan ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, dampaknya dapat menyebar ke area yang lebih luas. Jika hal ini terjadi, akan berakibat fatal dan mencemari lingkungan. Salah satu yang paling dekat dan ditakutkan tercemar limbah ini adalah sumur atau sumber air rumah tangga.

Nah, agar terhindar dari hal tersebut, perhatikanlah hal-hal penting berikut ini yang wajib diketahui saat pembuatan septic tank.

  1. Ukuran Septic Tank, Agar septic tank dapat menampung seluruh limbah dalam kurun waktu yang direncanakan, pastikan ukuran septictank menyesuaikan dari jumlah penghuni tetap rumah tersebut atau penggunanya. Jika septic tank di pakai bersama ( banyak rumah menjadi satu ), maka ukurannya tentu juga harus besar, selain itu perlu disesuaikan dengan jumlah penghuni setiap rumahnya. Idealnya, untuk rumah berpenghuni 5 orang, atau dengan kata lain pengguna WC aktif adalah 5 orang, maka ukuran septic tank adalahVolume ruang basah : 1,2 m³
    Volume ruang Lumpur : 0.45 m³
    Volume ruang ambang batas : 0.4 m³Ukuran di atas kurang lebih dapat menampung limbah selama 2-3 tahun tanpa pengurasan, tentu saja hal ini bergantung pada frekuensi pengunaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran septic tank yang ideal dipengaruhi oleh “Jumlah pengguna serta siklus waktu pengurasan yang direncanakan”.
  2. Jarak ideal septic tank dengan sumur, Untuk lebih meminimalisir tercemarnya air tanah, pastikan jarak sumur bor atau sumber air rumah tangga anda berjarak lebih dari 10 meter dari septic tank. Tercemarnya air sumur atau air tanah akibat limbah septic tank ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada penghuni rumah jika mengkonsumsi air tersebut. Kecuali, Anda memanfaatkan sumber air lain seperti PDAM.
  3. Hindari menggunakan septic tank untuk menampung limbah lainnya, Pastikan pembuangan limbaah rumah tangga lain terpisah dari saluran ke septic tank. Hal ini ditujukan agar septic tank tidak cepat penuh, dan microorganisme pengurai kotoran tidak mati akibat sabun diterjen dan senyawa lainnya. Selain itu juga untuk kenyamanan rumah, agar bau atau limbah udara yang di keluarkan oleh septic tank tidak masuk ke dalam rumah.
  4. Bentuk Septic Tank, Bnrtuk septic tank dapat mempengaruhi kinerja dari microorganisme pengurai kotoran di septic tank. Hindari menggunakan bentuk yang memiliki sudut tumpul, lebih baik gunakan bentuk melingkar atau mendekati lingkaran. Hal ini ditujukan agar mikroba dapat menguraikan limbah secara maksimal karena dengan bentuk sudut, microba ini cinderung menempel pada sudut-sudut tersebut dan bagian tengah akan kurang terurai.
  5. Kondisi Saluran, Pastikan saluran dari WC rumah ke septic tank dan saluran ke ruang resapan air terbuat dari pipa yang cukup besar dan awet. Serta rawatlah saluran tersebut dengan tidak membuang sampah atau kotoran lain ke WC, agar tidak menyumbat saluran ke septic tank. Mampetnya toilet tentu akan menggangu kenyamanan dan aktifitas penghuni rumah.
  6. Kondisi Resapan atau Rembesan, Riuang resapan air kotor atau rembesan ini adalah lubang lain yang berada di dekat septictank. Kontruksi dari resapan ini terbuat dari berbagai macam kombinasi bahan. Saluran dari septictank ke rembesan ini di atur sedemikian rupa agar Air tidak memenuhi septictank. Air dengan ketinggian tertentu akan dialirkan ke lubang resapan ini.
  7. Buatlah bak kontrol, bak ini berfungsi untuk pengontrolan jika saluran air yang kotor mengalami hambatan sehingga terjadi genangan air yang menggangu. Bak ini terbuat dari cor-coran beton bertulang serta dilengkapi pegangan pada tutupnya untuk membuka saat proses pengecekan. Dasar dari bak ini haruslah lebih dalam daripada dasar saluran untuk air kotor, penempatan bak ini berada di antara saluran ke resapan air kotor. Selain berfungsi untuk bak kontrol, Bak ini juga dapat digunakan saat proses pengurasan atau penyedotan limbah dari septic tank.

Singkat cerita, agar rumah Anda nyaman, ikutilah Standarisasi yang sudah Ada. Termasuk juga untuk septic tank rumah, pastikan kondisinya ideal serta di dukung dengan ruang resapan, kontruksi yang tepat, jarak yang ideal dll.
tipsnya,

  • Gunakanlah septik tank hanya untuk pembuangan kakus / feses saja, Jangan di gabung untuk pembuangan air bekas mandi atau cuci.
  • Kuraslah atau sedotlah septictank Anda dalam kurun waktu rutin, kurang lebih 3 tahun sekali tergantung siklus yang Anda rencanakan di awal.
  • Hindari membuang bahan-bahan kimia ke saluran WC Anda.
  • Pastikan petugas penyedotan atau pengurasan tangki berpengalaman dan memenuhi standar, karena limbah lumpur hasil pengurasan masih berbahaya untuk kesehatan lingkungan dan manusia.
  • Selain itu, pastikan juga hasil pengurasan tadi tidak di buang ke sungai atau tempat terbuka lainnya. Jika Anda temukan mereka membuangnya di lingkungan tersebut, dokumentasikan dan laporkanlah kepada pihak yang berwenang.