Proses plester dinding dan acian dinding dapat dikatakan tahap finishing awal sebuah bangunan. Ketika tembok baik dari bata, batako, atau batuan alam telah berdiri ada proses finishing untuk meratakan permukaan dinding yang sering disebut juga sebagai proses plester dinding dan acian dinding ( melicini).

Plester dinding adalah proses melapisi dinding dengan menggunakan campuran semend dan pasir dengan tujuan meratakan permukaan dinding. Sedankan Acian adalah proses melapisi hasil plesteran dengan semen tunggal agar pori-pori dari plkesteran yang cinderung besar dapat tertutup dengan proses acian dan menghasilkan dinding dengan permukaan yang lebih halus.

Berikut ini beberapa langkah untuk membuat plesteran dinding dengan benar. Sebelumnya, disarankan untuk melakukan proses plesteran setelah atap rumah terpasang.

  1. Pertama, pastikan bahwa pemasangan dinding baik bata merah, batako, ataupun bata ringan sudah selesai dan sudah cukup kering.
  2. Sebelum memlester sebaiknya Anda memastikan posisi pipa baik untuk listrik dan air yang ditanam di dalam dinding.
  3. Siapkan bahan dan alat yang diperlukan seperti pasir, semen, alat aduk (cangkul / scrop), benang, paku, palu, meteran, dan kebutuhan tambahan lainnya.
  4. Bersihkanlah permukaan dinding, jika permukaan dinding terlalu halus seperti dinding dari material bata ringan dan beton, Anda perlu untuk membuat goresan goresan sebagai media perekat dan membuka pori-pori dari material tersebut. Namun jika sudah benar-benar halus, untuk apa anda lakukan proses plester.
  5. Basahi dinding dengan air yang secukupnya, sehingga dinding cukup lembab.
  6. Buatlah patok pembatas ketebalan plesteran dengan menggunakan tali dan paku.
  7. Aduklah bahan lester dengan mencampur semen dan pasri dengan perbandingan 1:3 hingga 1:5. Konsentrasi adukan ini perlu disesuaikan dengan kondisi media yang akan diplester, dan kondisi suhu lingkungan.
  8. Buatlah sample atau awalan untuk plesteran hingga ketebalan sesuai dengan benang patok. Untuk Anda yang menggunakan tangan kanan buatlah awalan plesteran di sebelah kiri dinding. begitu juga sebaliknya.
  9. Mulailah proses plesteran dengan cara menempelkan hasil adukan ke dinding dengan menggunakan kasutan atau Anda juga dapat melempar adukan dengan cetok. Namun proses melempar ini kurang dianjurkan karena ketebalan tidak terkontrol sehingga akan banyak adukan yang jatuh ke tanah nantinya saat peose perataan.
  10. Ratakanlah hasil plnempelan plester awal dengan menggunakan papan atau kayu yang memiliki permukaan lurus dan rata. Sesuaikan dengan ketebalan patok.
  11. Setelah selesai ke seluruh bagian dinding diamkanlah selama 1x 24 jam. Lakukanlah penyiraman pada permukaan plester di hari berikutnya, jika kondisi cuaca sedang kemarau. Agar dinding tidak terlalu kering sehingga hasil plesteran mudah rontok dan terlihat kropos.

Jasa Bangun Rumah Jogja

Setelah hasil plesteran selesai dan cukup matang. Anda dapat melanjutkan ke proses acian atau pelicinan dinding agar permukaan dinding lebih halus dan siap untuk di cat.

  1. pastikanlah dinding plesteran sudah benar-benar kering dan matang untuk dilakukan proses pengacian. Idealnya dengan rengang waktu 2-3 minggu. Agar, proses pemuaian dan penyusutan dinding sudah berjalan maksimal dan optimal. Sehingga jika terjadi keretakan rambut akibat penyusutan material bangunan, sebelum proses pengacian Kita dapat menambal retak rambut tersebut.
  2. Ada beberapa peralatan yang dapat digunakan untuk proses acian. Untuk proses acian sederhana kita dapat gunakan cetok, kasutan, kuas, air dan semen. Sedangkan utnuk tingkat yang lebih halus dapat digunakan trowel khusus untuk acian.
  3. Bersihkanlah permukaan dinding hasil plesteran dari kotoran dan material plesteran yang rontok.
  4. Basahi dengan sedikit air agar cukup lembab.
  5. Campurlah semen dan air hingga terbentuk adonan yang encer namun cukup kental.
  6. Lapiskanlah semen yang sudah di campur air tadi dengan alat khusus atau sederhananya dengan kuas, cetok dan kasutan untuk meratakan bahan acian ke dinding.
  7. Untuk acian tidak perlu tebal-tebal. 1 mm sudah cukup.
  8. Perhalus hasil kuasan acian tadi dengan cetok dan diulangi secara searah kuas, cetok kuas. Agar hasil maksmial, Anda dapat menggunakan alat khusus untuk acian.
  9. Selesaikanlah hingga seluruh bidang dinding terlapisi.